Monday, November 24, 2014

Perfeksionis dalam bermusik

Musisi mana yang tidak ingin tampil baik tanpa cacat? Semua musisi didunia pun menginginkan permainannya sempurna dan dipuji banyak orang. Namun untuk sampai ketahap ini dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Itupun jika anda adalah musisi yang cukup cerdas atau cerdik menyiasati kekurangan anda.
Perfeksionis dalam bermusik


Sebenarnya kesempurnaan dalam bermusik itu fleksibel, kata sempurna bagu ditujukan untuk anda yang masih memiliki kekurangan dalam bermusik. Misalnya tidak bisa menguasai ritem atau bahkan sulit menghapal nada. Jelas dalam masalah ini kata kesempurnaan penting untuk mendorong musisi-musisi seperti ini untuk berlatih lebih keras.

Tapi kata perfeksionis sangat tidak tepat untuk anda yang sudah menguasai semua teknik dan teori bermusik. Karena pada dasarnya mustahil setiap orang didunia ini tanpa cacat. Kesalahan pasti akan anda lakukan bagaimanapun bentuknya, itu alami dan sudah jadi kodrat manusia. Anda tidak menghindari ini dan kemudian berambisi menjadi musisi perfeksionis.

Hal ini hanya akan membuat anda lelah dan justru tidak fokus pada penampilannya yang bagus. Ketika anda diharapkan untuk membuat penampilan yang menghibur penonton, anda justru mengubah fokus agar penampilan anda sempurna menurut versi anda sendiri. Padahal sesuatu yang anda anggap sempurna itu belum tentu dianggap serupa oleh penontin.

Jadi, daripada berfokus mencapai kesempurnaan sebaiknya anda tekun berlatih dengan perasaan tenang. Ubah target dengan berupaya menampilkan permainan yang bisa dinikmati oleh semua orang. Jika anda seorang keyboardist beli keyboard dan upayakan untuk melatih diri anda sebaik mungkin. Jika anda seorang pianist, gitaris atau bahkan drummer upayakan untuk menyuguhkan permainan terbaik tapi jangan berharap tanpa cacat, atau anda hanya akan menuai kekecewaan. Source: http://id.yamaha.com/id/products/musical-instruments/keyboards

No comments:

Post a Comment